Author 1
Muhammadiyah Sapen Universal School Resmi Diluncurkan, Hadirkan Sekolah Dasar Berstandar Global Berbasis Islam Berkemajuan
Persyarikatan Muhammadiyah kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan melalui peluncuran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), sebuah pengembangan layanan pendidikan SD Muhammadiyah Sapen 1 Yogyakarta yang akan menjadi sekolah dasar berwawasan global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan, kebangsaan, dan budaya Indonesia.
Berlokasi di Jalan Brawijaya, Gatak, Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, di kawasan sebelah timur Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, MSUS dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin, 13 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 sesuai kalender pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kehadiran Muhammadiyah Sapen Universal School menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dasar yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter, mengembangkan kompetensi global, serta menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.
Pada tahap awal operasional, MSUS membuka empat rombongan belajar yang terdiri atas dua kelas paralel kelas I dan dua kelas paralel kelas III. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan target delapan rombongan belajar pada tahun kedua dan mencapai 12 rombongan belajar pada tahun keempat. Nantinya, setiap jenjang kelas I hingga VI akan memiliki dua kelas paralel dengan kapasitas 28 peserta didik per kelas sehingga sekolah mampu melayani hingga 336 peserta didik.
Sejak hari pertama pembelajaran, peserta didik akan mengikuti berbagai program orientasi yang dirancang untuk membangun pengalaman belajar yang positif, meliputi pengenalan lingkungan sekolah, budaya dan tata tertib sekolah, asesmen diagnostik, pembiasaan ibadah, penguatan karakter, serta berbagai aktivitas yang membantu proses adaptasi di lingkungan belajar baru.
Keunggulan utama Muhammadiyah Sapen Universal School terletak pada desain kurikulumnya yang mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan praktik-praktik terbaik dari Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate (IB). Kurikulum nasional tetap menjadi fondasi utama pembelajaran, sementara pengayaan Cambridge difokuskan pada penguatan Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains melalui sumber belajar berstandar internasional. Pendekatan International Baccalaureate melengkapi proses pembelajaran melalui penguatan inquiry learning, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, refleksi, kolaborasi, dan perspektif global.
Seluruh proses pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan deep learning, project-based learning, problem-based learning, STEAM, coding, literasi digital, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), global citizenship, dan digital citizenship. Berbagai pendekatan tersebut dipadukan secara utuh dengan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tahfiz Al-Qur'an, Bahasa Arab, pendidikan karakter, serta penguatan budaya Indonesia melalui pembelajaran Bahasa Jawa, seni tari, karawitan, membatik, dan pelestarian nilai-nilai budaya Yogyakarta.
MSUS juga menerapkan sistem asesmen yang lebih komprehensif melalui proyek, portofolio digital, presentasi, unjuk kerja, observasi, refleksi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, hingga pameran karya. Model penilaian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan akademik, karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi peserta didik.
Kepala Muhammadiyah Sapen Universal School, Agung Rahmanto, S.H., M.Pd., menegaskan bahwa MSUS merupakan bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan sekolah masa depan yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam Berkemajuan.
"Muhammadiyah Sapen Universal School lahir dari semangat untuk menghadirkan pendidikan dasar yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kami mengintegrasikan kekuatan Kurikulum Merdeka dengan praktik-praktik terbaik dari Cambridge Curriculum dan International Baccalaureate sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, mendalam, dan bermakna. Kami ingin membangun sekolah yang tidak hanya menghasilkan anak-anak berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia, cinta Al-Qur'an, menguasai teknologi, mampu berkomunikasi dalam bahasa internasional, memiliki kepedulian sosial, serta bangga terhadap budaya Indonesia," ujar Agung Rahmanto.
Menurutnya, pendidikan masa depan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, inovatif, dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
"Anak-anak yang belajar di Muhammadiyah Sapen Universal School kami persiapkan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Mereka kami dorong memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mampu berpikir kritis, menyelesaikan berbagai persoalan secara kreatif, bekerja sama dengan siapa pun, serta siap menjadi warga dunia yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, Pancasila, dan budaya Indonesia. Inilah wujud pendidikan Islam yang berkemajuan, berkelas dunia, namun tetap membumi," tambahnya.
Melalui konsep pendidikan yang memadukan keunggulan kurikulum nasional, perspektif internasional, transformasi digital, penguatan karakter, serta nilai-nilai Islam Berkemajuan, Muhammadiyah Sapen Universal School optimistis menjadi salah satu model sekolah dasar unggulan di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan yang beriman, berilmu, berkarakter, berwawasan global, sekaligus siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan peradaban dunia.
Berita Terkini
Siswa Moesa Creative Academy SD Muhammadiyah Sapen Tuai Apresiasi Menteri Pendidikan dalam Sarasehan Pendidikan
Muhammadiyah Sapen Universal School Resmi Diluncurkan, Hadirkan Sekolah Dasar Berstandar Global Berbasis Islam Berkemajuan
Drama Kolosal 280 Siswa Meriahkan Tutup Tahun Kelas VI SD Muhammadiyah Sapen
Walikota Yogya Puji SD Muhammadiyah Sapen: Sekolah Ini Sudah Mendunia
Berita Pilihan